PUJANGGA GILA
Pujangga Gila
Meraung bak orang sakit jiwa.
Persetan logika.
Menuhankan rasa dan asa,
terkadang lupa akan adanya Sang Maha Esa.
Pujangga gila.
Entah karena dimabuk asmara,
atau terbakar api kenangan.
Mungkin juga,
ia buta akibat dendam dan luka.
Tapi terbesit satu pertanyaan di benakku,
"apakah benar ia gila?"
Tapi aku merasa seperti ada yang merasukinya.
Apa pun itu,
aku yakin ia adalah sesuatu yang tak lagi bisa diwakilkan aksara.
Ingin kuberitahu engkau,
tentang ia yang sungguh perasa.
Bahkan ketika sebuah kertas menyentuh lengannya,
ia menjerit,
seakan pisau menyayat dan melukainya.
Menurutmu,
apakah ia seperti itu karena terlalu sering bercengkrama dengan hiperbola dan trauma?
Sang pujangga yang tersandung lalu terjebak di utopia,
berharap akan realita sebuah kemustahilan nyata.
Tak lagi paham konsep fana dan fatamorgana.
Bermain di luka, dendam, dan cinta yang berbahaya.
Terhantam arus rasa,
tak terbendung oleh benteng logika.
Terbakar oleh api lara,
dengan asa sebagai bahan bakarnya.
Berteman dengan kemustahilan.
Melihatnya,
kosong seperti mayat berjalan.
Kurasa ia butuh sebuah lentera,
lentera harapan dan percaya.
Tapi apakah berguna sebuah lentera,
jika yang ingin diteranginya adalah dunia “Si Buta?"
---
Ditulis Oleh :
Ghozy HA. (Santri Pengabdian Madrasah Al-Fatih)
---
Follow Instagramnya : (klik disini)
Ikuti Saluran WhatsAppnya : (klik disini)
----
© 2026 Tarahum.id
Komentar (0)