DINILAI SEMUA MANUSIA?
Dinilai Semua Manusia?
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:
"Sesungguhnya engkau tidak akan mampu membuat semua manusia ridha kepadamu. Maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah. Setelah itu, janganlah engkau terlalu mempedulikan penilaian manusia."
Sumber: Ibnu Hajar Al-'Asqalani, Tawālī at-Ta'sīs li Ma'ālī Muḥammad bin Idrīs.
-------------
Salah satu beban terbesar dalam hidup adalah keinginan agar semua orang menyukai kita.
Kita ingin dipuji, diterima, dipahami, dan tidak ingin menjadi bahan pembicaraan. Akibatnya, kita sering mengorbankan prinsip demi menjaga penilaian manusia. Kita berkata bukan karena benar, tetapi karena ingin disukai. Kita diam bukan karena bijak, tetapi karena takut kehilangan penerimaan.
Padahal, Imam Asy-Syafi'i rahimahullah mengingatkan bahwa mustahil membuat semua orang ridha kepada kita. Selalu akan ada yang menyukai, dan selalu ada pula yang tidak menyukai. Itulah tabiat kehidupan.
Karena itu, jangan jadikan manusia sebagai ukuran utama dalam setiap langkahmu.
Perbaikilah terlebih dahulu hubunganmu dengan Allah. Jagalah shalatmu, luruskan niatmu, perbaiki akhlakmu, tunaikan amanahmu, dan berusahalah berada di atas kebenaran. Jika itu telah engkau lakukan, maka jangan biarkan hidupmu dikendalikan oleh pujian ataupun celaan manusia.
Bukan berarti kita boleh mengabaikan nasihat atau menolak kritik. Seorang mukmin justru mencintai nasihat yang membawanya kepada kebaikan. Namun berbeda antara menerima nasihat dengan hidup dalam ketakutan terhadap setiap penilaian manusia.
Hati yang selalu mencari ridha manusia tidak akan pernah tenang, karena ridha mereka selalu berubah.
Tetapi hati yang mencari ridha Allah akan menemukan ketenangan, sekalipun tidak semua orang menyukainya.
Sebab pada akhirnya, yang akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah bukanlah apakah semua orang ridha kepada kita, tetapi apakah Allah ridha kepada kita.
----
Ditulis Oleh : Pena Umat
© 2026 Tarahum.id
Komentar (0)