Beranda Kabar Berita Gemilang di Sisa Usia
Gemilang di Sisa Usia
Renungan Peradaban

GEMILANG DI SISA USIA

Gemilang di Sisa Usia

Kita sering membayangkan hidup dalam satu siklus yang hampir selalu sama:


Sekolah.

Bekerja.

Menjadi tua.

Pensiun.

Lalu menunggu kematian.


Seolah-olah ketika usia bertambah, peran kita pun harus semakin mengecil.


Padahal generasi terbaik justru mengajarkan sesuatu yang berbeda.

Nabi ﷺ tidak menjalani penghujung hidup dengan mengurangi perjuangan. Justru semakin dekat akhir usia beliau, semakin besar amanah yang diemban: menghadapi berbagai tantangan, membangun masyarakat, menghadapi kemunafikan, berjihad, berdakwah, dan mengantarkan risalah Islam semakin luas.


Para sahabat pun demikian.

Mereka tidak mengenal konsep bahwa bertambahnya usia berarti selesai berkarya.


Bahkan di dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 100 - 106, Allah menutup rangkaian pembahasan tentang kesalahan, taubat, dan penyucian jiwa dengan sebuah perintah:


وَقُلِ اعْمَلُوا

"Dan katakanlah: Beramallah kalian."

(QS. At-Taubah: 105)


Menariknya, perintah itu datang setelah manusia melakukan kesalahan dan memperbaikinya.

Seakan-akan pesan yang ingin disampaikan begitu jelas:


Jangan berhenti hanya karena pernah salah.

Jangan berhenti hanya karena usia bertambah.

Jangan berhenti hanya karena tenaga tak lagi seperti dahulu.


Kembali beramal dan berkarya.


Rasulullah ﷺ juga bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

"Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya."


Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa semakin panjang usia seseorang, semakin besar kesempatan untuk menambah amal dan derajat. Bahkan bertambahnya usia menuntut seorang mukmin untuk semakin bersungguh-sungguh dalam kebaikan. (sumber)


Maka mungkin kita perlu mengubah cara memandang usia.

Tua bukan masa untuk berhenti.

Pensiun dari pekerjaan boleh jadi perlu.

Tetapi pensiun dari karya kebaikan tidak pernah ada dalam syariat.


Jika hari ini usia kita telah bertambah, seharusnya karya kita juga bertambah.

Jika tenaga berkurang, mungkin ilmu yang harus diperbanyak.

Jika langkah tak lagi sejauh dahulu, mungkin generasi setelah kita yang harus dibimbing agar melangkah lebih jauh.


Sebab yang akan dikenang dari hidup kita bukan berapa lama kita hidup, tetapi berapa banyak karya kebaikan yang tumbuh karena kita pernah hidup.


Jangan hanya menunggu kematian di penghujung usia.


Jadilah Gemilang di Sisa Usia.


Karena selama Allah masih memberi umur, berarti masih ada amal yang bisa kita kerjakan dan masih ada kebaikan yang bisa kita tinggalkan.


----


Ditulis Oleh : Pena Umat


----


Komentar (0)

Memuat komentar...

© 2026 Tarahum.id