ILMU MEMBANGUN PERADABAN
Ilmu Membangun Peradaban
Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu berkata:
"Pelajarilah ilmu. Karena mempelajarinya demi Allah akan melahirkan rasa takut kepada-Nya. Mencarinya adalah ibadah. Mengkajinya bersama adalah tasbih. Menelitinya adalah jihad. Dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya adalah sedekah."
Sumber: Ibnu Abdil Barr, Jāmi' Bayān al-'Ilm wa Faḍlih.
-------
Islam tidak pernah memandang ilmu hanya sebagai jalan menuju profesi atau kedudukan. Sejak awal, ilmu ditempatkan sebagai ibadah yang menghubungkan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Karena itu, Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu menggambarkan seluruh perjalanan ilmu sebagai rangkaian amal saleh: mempelajarinya melahirkan rasa takut kepada Allah, mencarinya bernilai ibadah, mengkajinya bernilai tasbih, menelitinya bernilai jihad, dan mengajarkannya menjadi sedekah yang pahalanya terus mengalir.
Inilah pandangan hidup yang dahulu melahirkan peradaban Islam.
Madrasah-madrasah didirikan untuk mencetak ulama dan pemimpin.
Kuttab-kuttab mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak sejak usia dini.
Baitul Hikmah menjadi pusat penerjemahan, penelitian, dan pengembangan ilmu yang menerangi dunia. Dari semangat menuntut ilmu lahirlah para ahli tafsir, muhaddits, fuqaha, dokter, ilmuwan, astronom, matematikawan, dan para pemimpin yang membangun umat dengan iman dan ilmu sekaligus.
Mereka memahami bahwa kebesaran umat tidak dibangun di atas syahwat yang membodohkan, melainkan di atas ilmu yang benar dan diamalkan.
Jika hari ini kita menginginkan kebangkitan umat Islam, maka salah satu langkah pertama adalah menghidupkan kembali kecintaan terhadap ilmu. Membangun keluarga yang gemar belajar, menghidupkan majelis ilmu, memperkuat madrasah, mendukung lembaga pendidikan yang memiliki visi melahirkan generasi yang membaca, meneliti, mengamalkan, lalu mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
Sebab setiap peradaban besar selalu dimulai dari satu hal yang sama: ilmu yang dibimbing oleh Wahyu.
Dan selama umat ini kembali memuliakan ilmu sebagaimana generasi terbaik memuliakannya, harapan untuk kembali membangun peradaban Islam akan selalu terbuka.
-----
Oleh : Pena Umat
© 2026 Tarahum.id
Komentar (0)