Beranda Kabar Berita Iman Diuji Saat Terluka
Iman Diuji Saat Terluka
Renungan Peradaban

IMAN DIUJI SAAT TERLUKA

Iman Diuji Saat Terluka


وَآخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ اللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ


"Dan ada pula orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; apakah Dia akan mengazab mereka atau menerima tobat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

QS. At-Taubah: 106.


----

Ayat ini menceritakan tentang bagaimana seorang Sahabat bernama Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu menjalani hukuman dari Rasulullah ﷺ karena tidak ikut dalam Perang Tabuk tanpa uzur syar'i.


Selama masa itu, beliau dijauhi oleh kaum muslimin. Di tengah kesedihan tersebut, datang sebuah surat dari negeri kafir yang mengajaknya meninggalkan Madinah. Mereka menjanjikan kemuliaan dan penerimaan yang tidak ia dapatkan di tengah kaum muslimin saat itu.


Namun, Ka'ab tidak tergoda sedikit pun. Ia justru membakar surat tersebut seraya menyadari bahwa ajakan itu adalah musibah yang lebih besar daripada hukuman yang sedang ia jalani. Baginya, tetap berada di tengah kaum muslimin dalam keadaan dihukum jauh lebih baik daripada mencari kenyamanan dengan meninggalkan jalan Allah.


Inilah salah satu tanda kokohnya iman. Orang beriman mungkin pernah tergelincir, tetapi ketika diuji, ia tidak mencari pelarian yang menjauhkan dirinya dari Allah. Ia memilih bersabar, memperbaiki diri, dan menunggu keputusan Rabb-nya dengan penuh harapan.


Maka, jangan jadikan kekecewaan sebagai alasan untuk meninggalkan jalan kebaikan. Jika sedang menghadapi ujian akibat kesalahan sendiri, tetaplah bertahan dijalan Allah, perbanyak istighfar, dan yakinlah bahwa kesabaran akan lebih dekat kepada ampunan daripada pelarian.


----

Ditulis Oleh : Pena Umat

----

Komentar (0)

Memuat komentar...

© 2026 Tarahum.id