Beranda Kabar Berita Istri dan Pemimpinnya
Istri dan Pemimpinnya
Renungan Peradaban

ISTRI DAN PEMIMPINNYA

Istri dan Pemimpinnya

Istri Sa'id bin Al-Musayyib rahimahumallah berkata:


"Kami dahulu tidak berbicara kepada suami-suami kami kecuali sebagaimana kalian berbicara kepada para pemimpin kalian: 'Semoga Allah memperbaikimu.' 'Semoga Allah memberikan kesehatan kepadamu.'"


Sumber: Abu Nu'aim al-Aṣbahani, Ḥilyatul Awliyā' wa Ṭabaqāt al-Aṣfiyā'.

------------


Perkataan ini bukan mengajarkan bahwa suami harus dipuja atau diperlakukan seperti penguasa. Ia mengajarkan bahwa rumah tangga dibangun dengan adab, penghormatan, dan doa.


Seorang istri yang menjaga lisannya, menghormati suaminya dalam perkara yang ma'ruf, dan mendoakannya, sedang membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri suaminya. Ia terdorong untuk menjadi pemimpin yang lebih bijaksana, lebih lembut, dan lebih bertakwa.


Lalu anak-anak menyaksikan semuanya.

Mereka melihat bagaimana ibunya menghormati ayahnya. Mereka melihat bagaimana ayahnya membalas dengan kasih sayang, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang adil.


Dari suasana seperti inilah lahir pelajaran kepemimpinan yang pertama. Bukan dari ruang kelas, tetapi dari ruang keluarga.


Sebab anak tidak hanya mendengar nasihat orang tuanya. Mereka meniru hubungan yang mereka saksikan setiap hari.


Rumah yang dipenuhi adab antara suami dan istri akan lebih mudah melahirkan generasi yang menghormati orang tua, mencintai kebenaran, dan kelak siap memimpin dengan akhlak yang mulia.


----


Oleh : Pena Umat


Komentar (0)

Memuat komentar...

© 2026 Tarahum.id