Beranda Kabar Berita Juara yang Terlupakan
Juara yang Terlupakan
Renungan Peradaban

JUARA YANG TERLUPAKAN

Juara yang Terlupakan

Spanyol kembali mengangkat trofi piala dunia.


Dunia memuji generasi mudanya. Mereka dibina sejak kecil, ditempa bertahun-tahun, lalu mengharumkan nama negaranya di panggung sepak bola.


Namun sedikit yang mengingat...


Jauh sebelum Spanyol dikenal karena sepak bolanya, tanah yang sama pernah menjadi rumah bagi salah satu peradaban ilmu terbesar dalam sejarah Islam: Andalusia.


Kala itu, anak-anak muda tidak berbondong-bondong menuju stadion. Mereka memenuhi masjid, halaqah, perpustakaan, dan melakukan rihlah ilmiah menuju Makkah, Madinah, Mesir, hingga Baghdad demi mencari seorang guru. Ketika pulang, mereka membawa ilmu, mendirikan pusat-pusat pembelajaran, menghidupkan perpustakaan, dan menjadikan Cordoba sebagai kota yang didatangi para pencari ilmu dari berbagai penjuru dunia.


Sejarawan besar Andalusia, Ibnu Hayyan, mencatat bahwa salah satu sebab utama kejayaan Andalusia adalah perhatian besar para pemimpinnya terhadap ilmu. Mereka mendorong masyarakat untuk belajar, membuka diri terhadap khazanah ilmu dari Timur, memuliakan ulama, serta membina generasi muda dengan pendidikan yang kuat. Inilah fondasi yang melahirkan peradaban gemilang.


Tidak ada juara dunia yang lahir dalam semalam.

Begitu pula peradaban.


Ia dibangun oleh generasi yang rela belajar ketika yang lain memilih bersenang-senang. Oleh pemuda yang mengejar ilmu sebelum mengejar kemasyhuran.


Hari ini, dunia mengenal Spanyol karena sepak bolanya.


Dahulu, dunia mengenal negeri itu karena cahayanya ilmu.


Barangkali, kemenangan terbesar sebuah umat bukanlah ketika mengangkat trofi, melainkan ketika mampu kembali melahirkan generasi yang membuat dunia datang untuk belajar.


Referensi: ‘Awāmil Izdihār al-Ḥaḍārah al-Islāmiyyah fī al-Andalus min Khilāl al-Muqtabis li Ibn Ḥayyān, Prof. Dr. Abir Zakariya Sulaiman, berdasarkan Al-Muqtabis karya Ibnu Hayyan.


----


Ditulis oleh : Pena Umat


Komentar (0)

Memuat komentar...

© 2026 Tarahum.id