Beranda Kabar Berita Ketika Jauh dari Al-Qura...
Ketika Jauh dari Al-Quran
Renungan Peradaban

KETIKA JAUH DARI AL-QURAN

Ketika Jauh dari Al-Quran

Ada satu hal yang barangkali perlu kita renungkan dari kisah turunnya Surah Ad-Duha:


Rasulullah ﷺ pernah merasa berat ketika wahyu terlambat datang.


Al-Qurthubi menukil beberapa riwayat tentang terhentinya wahyu. Salah satunya menggambarkan bagaimana Nabi ﷺ begitu menanti kedatangan Jibril. Bahkan ketika Jibril akhirnya datang, Nabi ﷺ berkata:

ما جئت حتى اشتقت إليك
“Engkau baru datang setelah aku benar-benar merindukanmu.”


Lalu Jibril menjawab:

وأنا كنت أشد إليك شوقا، ولكني عبد مأمور
“Aku pun lebih merindukanmu, tetapi aku hanyalah hamba yang diperintah.”


Kemudian Allah menegaskan:

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
“Rabbmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.”


Begitu dekatnya Rasulullah ﷺ dengan wahyu.

Wahyu terlambat datang, hati beliau merindukannya.


Lalu kita?

Berapa lama Al-Quran tidak kita baca, tetapi hati kita merasa biasa-biasa saja?

Berapa banyak ayat yang tidak kita pahami, tetapi kita tidak merasa kehilangan?

Berapa banyak petunjuk Al-Quran yang kita tahu, tetapi tidak pernah benar-benar kita bawa ke dalam kehidupan?


Mungkin masalah umat hari ini bukan karena Al-Quran telah jauh.

Karena Al-Quran masih berada di rumah kita. Masih tersimpan di rak. Masih ada di dalam gawai.

Namun ia tak pernah dekat dengan hati kita.


Kita tidak merindukan Al-Quran sebagaimana kita merindukan dunia.

Kita tidak gelisah ketika sehari berlalu tanpa memahaminya.

Padahal Al-Quran bukan sekadar kitab yang dibaca untuk mendapatkan pahala.

Ia adalah petunjuk untuk menjalani kehidupan.


Dan mungkin kebangkitan umat tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Mungkin ia dimulai dari satu hati yang kembali gelisah ketika jauh dari Al-Qur’an.


Dari seseorang yang tidak puas hanya dengan membaca ayat, tetapi ingin memahami, menghayati, lalu menjadikannya jalan hidup.


Sebab kebesaran umat ini tidak lahir dari mereka yang sekadar memiliki mushaf Al-Quran.


Tetapi ia lahir dari Umat yang hidup bersama Al-Qur’an.


-----


Ditulis Oleh : Pena Umat


----


Komentar (0)

Memuat komentar...

© 2026 Tarahum.id