LAPAR BUKAN TAKDIR
Lapar Bukan Takdir
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah: 261)
------
Di tengah berita tentang rakyat kecil yang mencuri karena lapar, lalu menjadi sasaran amarah massa, kita sering sibuk membicarakan hukuman.
Padahal, Islam mengajarkan agar kita juga bertanya: mengapa ada orang yang sampai harus mencuri demi mengisi perutnya?
Sejarah mencatat, ketika Jazirah Arab dilanda paceklik hebat pada masa Khalifah Umar bin Al-Khaththab, hukuman potong tangan terhadap pencuri tidak ditegakkan karena kondisi darurat akibat kelaparan.
Perhatian Islam tidak berhenti pada menghukum pelaku, tetapi juga menghilangkan sebab yang mendorong lahirnya kejahatan.
Di sinilah wakaf mengambil peran besar dalam peradaban Islam.
Dalam sebuah seminar bertajuk "Kontribusi Wakaf terhadap Kualitas Hidup dan Martabat Manusia", ulama dan pakar fikih kontemporer Dr. Ali Muhyiddin Al-Qaradaghi menegaskan: (sumber)
"جوهر رسالة الوقف محاربة الفقر."
"Inti risalah wakaf adalah memerangi kemiskinan."
Beliau bahkan berkata:
"ولو ضمت أموال الزكاة مع أموال الوقف لما بقي فقير واحد في عالمنا الإسلامي."
"Seandainya dana zakat dipadukan dengan dana wakaf, niscaya tidak akan tersisa seorang fakir pun di dunia Islam."
Bukan tanpa alasan. Sepanjang sejarah, wakaf membangun sekolah, rumah sakit, sumur, pasar, lahan pertanian, hingga tempat singgah bagi musafir. Wakaf tidak hanya memberi makan hari ini, tetapi menciptakan sumber kehidupan agar masyarakat tidak kembali lapar esok hari.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya."
(HR. Muslim no. 1631)
Wakaf adalah sedekah jariyah yang terus mengalirkan manfaat. Ia bukan sekadar ibadah pribadi, tetapi fondasi peradaban yang menjaga martabat manusia.
Jika kita ingin melihat semakin sedikit orang yang terpaksa mencuri karena lapar, maka membangun budaya wakaf produktif bukan hanya pilihan kebaikan, melainkan bagian dari solusi yang telah diwariskan oleh peradaban Islam sejak berabad-abad lalu.
-----
Ditulis Oleh : Pena Umat
------
© 2026 Tarahum.id
Komentar (0)