Beranda Kabar Berita Seandainya Kita Hidup di...
Seandainya Kita Hidup di Baghdad
Renungan Peradaban

SEANDAINYA KITA HIDUP DI BAGHDAD

Seandainya Kita Hidup di Baghdad

Allah Ta'ala berfirman:
"...Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa..."
(QS. Al-Ma'idah: 2)

-----


Bayangkan Anda hidup di Baghdad pada masa kejayaan Islam.

Di pagi hari, seorang santri berjalan menuju madrasah tanpa memikirkan biaya sekolah.

Siang harinya, ia membaca ratusan kitab di perpustakaan yang pintunya terbuka untuk siapa saja.

Malamnya, ia kembali ke asrama tempat para penuntut ilmu tinggal tanpa dipungut biaya.


Di sudut kota yang lain, seorang ulama mengajar dengan tenang karena kebutuhan hidupnya ditopang oleh hasil wakaf. Seorang tabib meneliti di rumah sakit pendidikan yang juga dibiayai oleh wakaf. Seorang penyalin kitab bekerja menyalin ilmu agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.


Semuanya terhubung oleh satu amal yang sama.

Wakaf.


Mereka yang mewakafkan hartanya mungkin tidak pernah menulis kitab.

Mereka mungkin bukan guru, bukan hakim, dan bukan ilmuwan.

Namun mereka memahami bahwa jika ingin membangun peradaban, maka yang harus dibangun terlebih dahulu adalah tempat lahirnya ilmu.


Maka mereka membangun madrasah.

Mereka membangun asrama.

Mereka membangun perpustakaan.

Dan dari tempat-tempat itulah lahir para penjaga agama, para pendidik, dan para pemimpin umat.


Hari ini, kita tidak tinggal di Baghdad.

Kita tidak hadir dimasa keemasan itu ...

Namun, kesempatan untuk menjadi bagian mengembalikan kembali kebangkitan umat masih terbuka.


Barangkali kita tidak mampu mengajar ribuan murid. Tetapi kita mampu membantu menghadirkan ruang tempat mereka belajar.

Barangkali kita tidak akan dikenal oleh sejarah. Namun boleh jadi, sejarah akan mengenang generasi yang lahir dari tempat yang kita bantu bangun, melalui wakaf.


Mari mengambil bagian dalam kebangkitan umat...

dengan berwakaf untuk pembangunan Asrama Santri dan Perpustakaan Madrasah Al-Fatih melalui tarahum.id.


Semoga Allah menjadikan setiap ilmu yang lahir di sana sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat kita.


Komentar (0)

Memuat komentar...

© 2026 Tarahum.id